Direktur RSUD AA Sebut Pihaknya Akan Terus Meningkatkan Percepatan dan Perbaikan Kinerja

DAERAH, PEKANBARU111 Dilihat

PEKANBARU – Dalam sambutannya pada acara Milad RSUD Arifin Achmad ke – 46 yang bertempat di Gedung Serbaguna, Direktur RSUD Arifin Achmad Wan Fajriatul Mamnunah mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan percepatan dan perbaikan kinerja pelayanan RS melalui tiga pendekatan sinergis berupa, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan perbaikan sistem manajemen kearah professional secara berkesinambungan melalui sertifikasi akreditasi rumah sakit, Selasa (24/5).

Dalam beberapa tahun terakhir RSUD Arifin Achmad telah meraih banyak pencapaian diantaranya pada tahun 2010 ditunjuk sebagai percontohan K3RS Wilayah Indonesia Bagian Barat. Menerima penghargaan sebagai RS sayang ibu dan bayi 3 besar se-Indonesia tahun 2011. Menerima piala Citra Pelayanan Prima dan menerima penghargaan SKPD terbaik terhadap kinerja keuangan tahun 2013. Pada tahun 2017 mendapat sertifikat akreditasi versi 2012 dengan predikat lulus tingkat paripurna. Serta pada tahun 2020 ditunjuk sebagai RS pusat rujukan dengan cakupan pelayanan Provinsi Riau berdasarkan KMKF No. HK.01.07/MENKES/7182/2020 tentang RS jejaring rujukan kardiovaskular.

Beberapa upaya yang telah dilakukan RSUD Arifin Achmad dalam peningkatan pelayanan diantaranya memberikan pelayanan ambulance gratis bagi pasien lansia, dan penertiban barang atau asset milik daerah.

“Kita sudah bisa melakukan operasi jantung mandiri, memperpanjang jam operasi sampai dengan pukul 22.00 WIB, kita juga saat ini dalam proses penyiapan rumah sakit menuju type A Pendidikan,” jelas Direktur RSUD Arifin Achmad.

Sementara itu ada tujuh hal yang ingin dicapai RSUD Arifin Achmad dalam waktu dekat yaitu, pertama, pembangunan Gedung jantung terpadu beserta sarana prasarana serta pemenuhan alat kesehatan. Kedua, pengembangan Gedung Radio Therapy dengan mengusulkan penambahan bunker dan ruang pendukung lainnya. Ketiga, Revitalisasi IPAL dan penambahan kapasitas pengolahan limbah. Keempat, penyediaan rumah singgah gratis bagi pasien atau keluarga pasien yang membutuhkan.

“Biasanya ini bagi pasien sari Kabupaten/Kota di Provinsi Riau yang masih perlu menunggu atau melakukan pemeriksaan berulang sehingga tidak mungkin pulang,” ujar Wan Fajriatul.

Kelima, mewujudkan sember air bersih mandiri. Keenam, bridging aplikasi SIMRS dengan aplikasi BPJS demi mempercepat pelayanan pasien BPJS. Ketujuh, pengembangan poli Geriatri.

Turut hadir dalam acara Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau Joni Irwan, Direktur RS Arifin Achmad, Wan Fajriatul Mamnunah, dan Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin, dan OPD terkait lainnya.(Rls)

Sumber: (MCR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *