PEKANBARU – Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menyebutkan bahwa perlu adanya kerja sama semua pihak dalam menurunkan angka stunting di Provinsi Riau.
Salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting di Provinsi Riau, ungkap Gubri, yakni melalui Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Riau bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan dunia usaha melaksanakan gerakan penurunan angka stunting yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 Juni yang lalu.
Selain itu menurutnya, sesuai dengan tema yang diusung pada Hari Keluarga Nasional ke-28 ini yaitu “Keluarga Keren Cegah Stunting”, hal ini juga menunjukkan bahwa keluarga merupakan komponen utama yang sangat berperan dalam pencegahan maupun penanggulangan stunting.
“Adanya program bangga kencana, di mana keluarga sebagai unit terkecil untuk mewujudkan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera dalam pembangunan keluarga dimulai dari rencana berkeluarga yang baik,” disampaikannya saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan Hari Keluarga Nasional ke-28 se-Provinsi Riau di Gedung Daerah Balai Serindit, Jalan Diponegoro, Selasa (29/06/21).
Gubri menuturkan, ada dua hal yang dilakukan pada program bangga kencana ini, diantaranya program Bina Keluarga balita yaitu menitikberatkan pada kegiatan penimbangan, penyuluhan sehingga dapat menurunkan angka stunting.
“Ada juga program penyiapan kehidupan keluarga bagi remaja meliputi pendewasaan, usia perkawinan khususnya bagi remaja putri sehingga mereka mampu membangun keluarga baru yang tangguh dan melahirkan anak-anak yang sehat dan cerdas,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syamsuar juga mengucapkan selamat Hari Keluarga Nasional ke-28. Ia berharap seluruh keluarga khususnya di Provinsi Riau memanfaatkan momentum ini untuk bersama menurunkan angka stunting sehingga di Provinsi Riau tercipta keluarga yang sehat.
“Semoga semua keluarga di Indonesia dan Provinsi Riau khususnya dapat menjadi keluarga yang sehat sehingga terwujudnya Indonesia yang maju,” tutupnya.(MCR)







