LPMK Pinang Sebatang Mengatakan Pembangunan Rumah Layak Huni di Kampung Pinang Sebantang Tidak Transparan

SIAK200 Dilihat

SIAK – Pelaksanaan pembangunan rumah layak huni di Kampung Pinang Sebatang Kecamatan Perawang Kabupaten Siak, tidak transparan. Hal ini di katakan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kampung (LPMK) Pinang Sebatang. Kepada sejumlah media Jum’at (18/12/2020)

Hendri Napitapulu selaku Bandahara LPMK pinang sebatang meminta kepada Penghulu Pinang sebatang harus tranparasi anggaran pelaksanaan pembangunan rumah layak huni tersebut.

“Rumah layak huni yang di bangunan pada tahun 2018 di jalan Pendidikan Kampung Pinang belum selesai pembangunanya,
seperti sepsiteng wc belum dibuat, kamar belum di keramik hanya
lantai ruang tamu yang sudah di keramik, ini tidak Hoax atau informasi bohong.”Ujarnya.

Menurut Hendri Napitapulu selaku LPM Kampung Pinang Sebatang meminta kepada Penghulu Kampung harus transparan dalam melaksanakan rumah layak huni tersebut.

“Selama ini Penghulu Kampung, dalam pembentukan (LPMK) pada tahun 2019 tidak pernah berkordinasi bersama kami seperti pembuatan baju LPM dan termasuk rumah layak huni ini yang dibuat,
hingga sampai saat ini rumah huni di bangun pada tahun 2018 belum di tempati oleh pemilik rumah.”Ujarnya.

Selain itu kata dia, selaku Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kampung kita penyambung aspirasi masyarakat dan juga untuk pendapat data dalam pembabangunan Kampung.

“Kita selaku pengurus LPM tidak ada mendapatkan data rumah layak huni, apa yang dibangun samapai-sampai rumah layak huni hinga sekarang belum ditempati .” pungakasnya.

Sementara itu, Penghulu Kampung Pinang Sebatang Bambang saat dikofermasika Media melalui WhatsApp peribadinya mengatakan, rumah layak huni itu terbangun dengan mengusulkan melalui proposal.

“Terkait di huni atau tidak dihuninya itu tergantung pemiliknya dan pembangunannya itu juga bukan dari dana desa tetapi dari dana propinsi, untuk perencanan pembangunan itu pemerintah propinsi yang mengaturnya semua.” ungkap penghulu itu.

Penghulu juga menjelaskan pembangunan rumah layak huni itu ada 11 unit dan dibangun pada waktu itu tahun 2018.

“Jadi kalau ada warga belum mendapat diminta untuk sabar menunggu gilirannya.”harapnya.(*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *