Mahasiswa KKN Kampung Kemuning Muda Bantu Sukseskan Pembuatan Jamu Tradisional

Berita, DAERAH, NASIONAL, SIAK127 Dilihat

SIAK- Tim Mahasiswa Kukerta 2022 dari Mahasiswa Universitas Riau(UNRI) membantu pengembangan salah satu UMKM Produksi Jamu Tradisonal milik ibu Sariyem salah satu warga kampung Kemuning Muda, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak.

Tim Mahasiswa Kukerta 2022 di kampung Kemuning Muda itu turut membantu menyukseskan kegiatan pembuatan label produk dan pemasaran produk secara digitalisasi. Ide pembuatan label serta pemasaran produk jamu secara digitalisasi itu muncul, sebab UMKM jamu ibu Sariyem belum memiliki label dan pemasarannya masih secara manual yaitu keliling di daerah sekitar saja.

Ricky Martin selaku ketua regu Mahasiswa Kukerta UNRI 2022 kepada media ini mengatakan, tim KKN yang berjumlah 10 orang telah melaksanakan tugas KKN di Kampung Kemuning Muda dengan melakukan kegiatan proses pembuatan jamu tradisional. Pemasaran produk ini di mulai sejak tanggal 07 Juli 2022 sampai dengan 16 Agustus 2022 mendatang.

Menurut Ricky Martin, Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari jamu tradisional untuk daya tahan tubuh kita.

“Desa kemuning muda merupakan desa yang mayoritas penduduknya berasal dari suku Jawa dan di desa ini banyak masyarakat yang mengonsumsi jamu untuk pengobatan, pemeliharaan kesehatan, pemulihan dan kebugaran serta kecantikan.”Kata dia pada, Rabu 3 Agustus 2022.

Dia mengatakan, Mahasiswa KKN UNRI terlah melaksanakan salah satu program unggulan yaitu, membantu pembuatan jamu mengembangkan kemasan produk agar pemasarannya semakin meluas.

“Proses pembutan jamu tradisional ini berkolaborasi dengan Ibu Sariyem yang sudah lama berjualan jamu keliling menggunakan sepeda. Jamu yang dijual bermacam macam diantaranya, beras kunyit asam, temulawak,sirih, sambiloto dan jahe manis.”Ujarnya.

Kegiatan ini dilakuan dengan tujuan belajar bagaimana cara proses pembuatan jamu, dengan itu Mahasiswa KKN UNRI melakukan sebuah perubahan pada produk jamu dengan membantu memberikan botol kemasan yang lebih bagus dan botol kemasan tersebut diberi label.

Botol botol jamu ini nantinya akan diletakkan di kedai-kedai terdekat dengan harapan dapat membantu pemasaran produk jamu. Dengan adanya lebel yang tertara pada kemasan botol tersebut, di harapkan masyarakat bisa lebih mengenal Jamu Bu Sariyem dan juga bisa memesan kepada ibu  Sariyem melalui via telepon yang tercantum di lebel botol tersebut.

“Mulai saat ini, bagi masyarakat Kampung Kemuning Muda dan Masyarakat Kecamatan Bungaraya sudah bisa memesan jamu ibu Sariyem melalui telepon/WhatsApp yang tertera di lebel ini.” kata Ricky Martin.

Kegiatan ini mendapat kesan baik dari pemilik UMKM, yaitu ibu Sariyem, ia merasa terbantu dengan adanya Tim KKN UNRI yang sudah membuatkan label produk jamunya, bahkan membantu memasarkan.

“Alhamdulillah saya merasa senang dan terbantu dengan adanya adik-adik KKN yang sudah membantu membuatkan lebel dan memasarkan jamu saya”. Pungkas pemilik jamu tradisional itu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.