Masjid Islamic Center Siak Bocor Atap, Perlu Perbaikan

SIAK319 Dilihat

SIAK – Masjid Islamic Center Sultan Syarif Hasyim yang menjadi kebanggaan masyarakat Siak perlu perhatian serius dari pemerintah kabupaten pasalnya, disaat musim hujan diruangan solat digenangi air. Ini disebabkan kondisi atap bagian kubah masjid ada yang bocor dan perlu perbaikan.

Pantauan media dilapangan disaat hujan turun, terlihat para pembersih masjid mengambil baskom untuk menampung air yang turun dari kubah Masjid. Saat diwawancarai mereka berkata bahwa bocor disekitar kubah itu sudah lama terjadi sejak tahun 2018.

“Bocor ini sudah lama, sekitar 3 tahun yang lalu. Jadi kalau musim hujan beginilah kerja kami menampung air agar tidak tergenang diruang solat,”kata seorang pekerja pembersih masjid yang tidak mau disebutkan namanya.

Namun salah seorang tokoh masyarakat Siak Rofai meminta kepada pemerintah daerah untuk segara memperbaiki kebocoran tersebut. Sebab itu tempat ibadah perlu diperhatikan dengan serius.

“Yang sholat di masjid itu banyak masyarakat kita Siak ini, dan ada juga pengunjung dari luar daerah.

“Masjid megah ini harus diutamakan rehapnya. Malu kita dengan tamu. Masak negeri kaya hasil bumi, untuk merehap tempat ibadah saja tidak bisa,”kata Rofai.

Lanjut Rofai, untuk perehapan masjid islamic itu, jika Pemda tidak bisa mengandalkan dana dari APBD, namun dana lain yang masuk ke daerah bisa dipergunakan seperti dana CSR dan sebagainya.

“Kalau niat ingin merehap masjid itu banyak jalan untuk mencari dana. Tidak bisa mengandalkan dari APBD, dana yang lain kan bisa, seperti dana CSR,”ucap Rofai.

Untuk itu Rofai mengharapkan kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Siak, dan segera mengucurkan dana untuk memperbaikinya.

“Sekali lagi saya mengharapkan kepada Pemda Siak perhatikan lah masjid yang megah ini supaya jamaah yang beribadah didalamnya nyaman dan aman,”harap Rofai.

Sementara pengurus Masjid Islamic Center Jamaluddin saat dihubungi wartawan melalui via seluler mengatakan bahwa untuk perehapan masjid Islamic Center yang bocor di bagian kubah itu sudah diajukan pada tahun 2020 kemarin, namun tidak terlaksana disebabkan anggaran daerah dipotong untuk penanganan masalah covid 19.

“Sudah kita ajukan untuk perehapan yang bocor itu di tahun 2020 kemarin, namun maklumlah APBD kita ini banyak dipergunakan untuk biaya penanganan covid 19, jadi perehapan itu ditunda. Namun kita akan mengusulkan kembali dianggaran tahun 2022. Hal ini juga sudah diketahui oleh pak Bupati,”kata Jamaluddin yang menjabat sebagai Asisten III Sekda Kab Siak itu.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *